Tingkah polah para anggota Dewan di
Senayan seringkali membuat kecewa masyarakat. Walau seharusnya mereka
mewakili aspirasi rakyat, namun tidak jarang sepak terjang mereka malah
membuat kecewa rakyat.
Berikut 5 perilaku menjengkelkan para anggota DPR sepanjang 2011:1. Studi Banding ke Luar Negeri
Studi banding ke luar negeri sering dilakukan anggota dewan.
Tujuannya untuk mendapatkan informasi tambahan soal rancangan
undang-undang yang mereka kerjakan. Banyak kalangan menilai studi
banding ini hanya alasan para anggota dewan untuk berpelesir ke luar
negeri. Namun walau sering menuai kritik, tetap saja setiap tahun
anggota DPR melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Selain itu,
anggaran untuk kunjungan kerja DPR saja mencapai Rp 251 miliar.
2. Ngotot Membangun Gedung Baru
Para anggota dewan sempat ngotot membangun gedung baru menjulang
tinggi. Mereka beralasan gedung DPR lama sudah sangat sempit dan tidak
kondusif untuk bekerja. Rencana pembangunan gedung baru DPR ini menuai
kecaman masyarakat karena biaya yang dianggarkan lebih dari Rp 1
triliun. Gedung ini juga rencananya dilengkapi dengan fasilitas mewah
seperti kolam renang dan ruang sauna. Akibat gelombang protes
masyarakat, akhirnya DPR membatalkan pembangunan gedung baru tersebut.
3. Sarang Korupsi
Mantan Ketua KPK Bibit Samad Riyanto pernah mengungkapkan hingga
September 2011, KPK sudah memenjarakan 43 anggota DPR karena terlibat
korupsi. Awal tahun ini KPK menangkap 19 mantan anggota DPR karena
terlibat suap pemilihan DGS BI tahun 2004 lalu. KPK juga berhasil
membongkar sepak terjang anggota DPR asal Partai Demokrat M Nazaruddin
dalam kasus suap wisma atlet. Nazaruddin bernyanyi para koleganya di DPR
ikut kecipratan uang korupsi itu. KPK masih mengembangkan kasus suap
ini. Sejumlah pengamat hukum dan pegiat antikorupsi menilai calo
anggaran masih berkeliaran di DPR.
4. Rajin Bolos
Perilaku anggota DPR yang rajin bolos kerap jadi sorotan. Ketua DPR
Marzuki Alie pernah mengeluhkan ada anggota dewan yang sampai 100
persen bolos rapat paripurna. Berbagai langkah dilakukan pimpinan DPR
untuk menertibkan anggotanya yang kerap bolos sidang. Mulai absensi
fingerprint hingga mengumumkan anggota yang rajin membolos. Namun
langkah itu belum juga menunjukkan kenaikan kinerja DPR.
5. Gaya Hidup Hedon
Gaya hidup hedon pejabat pemerintah dan
anggota dewan pernah dikritik Ketua KPK Busyro Muqoddas. Gaya hidup
mereka dinilai tidak memberikan teladan bagi masyarakat. Sejumlah
anggota DPR disorot karena menggunakan mobil mewah sekelas Bentley dan
Alphard. Gaya hidup hedon ini dinilai memotivasi anggota DPR melakukan
korupsi. Padahal rata-rata anggota DPR sudah bergaji sekitar Rp 50 juta
per bulan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar