Pentagon kini sedang meningkatkan
persenjataannya untuk menghancurkan instalasi bawah tanah Iran yang
sangat dilindungi. Bom itu oleh harian Wall Street Journalyang
mengutip pejabat AS, disebut-sebut sebagai MOP atau Massive Ordinance
Penetrator. “Bom ‘penghancur tempat perlindungan bawah tanah’ seberat
13.600 kilogram yang dikenal dengan Massive Ordnance Penetrator (MOP),
dirancang secara khusus untuk menghancurkan perlindungan yang diperkeras
dan dibuat oleh Iran.
Namun uji coba awal menunjukkan bom
tersebut tidak akan mampu menghancurkan sejumlah instalasi milik Iran
baik karena kedalaman tempat itu mau pun karena Teheran telah menambah
pelindung baru untuk melindunginya.
Menteri Pertahanan AS Leon Panetta
mengatakan pengembangan akan segera diselesaikan dan karenanya dia
berharap bom tersebut siap dijatuhkan ke dalam liang pertahanan terdalam
secepatnya. “Kami masih mencoba mengembangkannya,” kata Panetta.
Sejumlah pejabat AS mengatakan biaya yang baru akan memastikan senjata
tersebut dapat lebih efektif untuk menyerang liang pertahanan terdalam
termasuk Instalasi Pengayaan Uranium Fordow milik Iran. Fordow terletak
di dalam pegunungan yang sulit dijangkau di Iran. Tempat tersebut
dikelilingi senjata pertahanan anti-pesawat sehingga membuat tempat itu
sulit diserang oleh gempuran udara. Ketua Organisasi Tenaga Nuklir
Energi Atom untuk Perdamaian atau Persenjataan Nuklir (AEOI) Fereidoon
Abbasi pada awal Januari mengatakan Frodow “aman dari segala jenis
ancaman musuh”. Teheran mengatakan telah memulai proyek pembangunan
tersebut pada 2007.
Deputi Kepala Staf AU AS Urusan
Operasi, Letnan Jenderal Herbert Carlisle, dalam konferensi pertahanan
di Washington DC, AS, Rabu (8/3/2012), mengatakan, bom bernama Massive
Ordnance Penetrator (MOP) itu, sudah mulai dipunyai militer AS sejak
tahun lalu dan kemampuannya terus ditingkatkan.
Bom ini dirancang khusus untuk
menghancurkan sasaran yang berada di dalam bungker bawah tanah. Dengan
berat sebesar itu, bom dikabarkan bisa menembus dinding beton setebal
65 meter sebelum meledak di dalam bungker. Kemampuan itu dianggap cocok
untuk menyerang berbagai fasilitas nuklir Iran yang terletak di bawah
tanah.
“Bom MOP ini senjata yang hebat. Kami
terus meningkatkan kemampuannya. Bom itu menjadi bagian dari arsenal
kami, apabila dibutuhkan untuk skenario semacam itu,” kata Carlisle
dalam jumpa pers setelah konferensi.
Meski Presiden AS Barack Obama telah
menegaskan tidak akan melancarkan serangan militer ke Iran dalam waktu
dekat, dan masih ada waktu untuk mencari solusi diplomatik, pihak
Pentagon sudah lama menyiapkan berbagai opsi militer, apabila jalur
diplomasi gagal.
dari berbagai sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar